How We Work

  • Pertama kami mengumpulkan buku. Di Brisbane, kami mengumpulkan buku dengan cara membeli buku dari non-profit organisation seperti St Vincent de Paul atau The Salvation Army dengan harga murah. Kami dapat memperoleh 2 buah kardus  besar buku seharga $75 dan rata-rata kami membeli dengan harga di bawah 50c untuk setiap buku. Kami juga biasa membeli buku murah di garage sale yang suka diadakan tiba-tiba. Selain membeli buku, kami juga melakukan kerjasama dengan perpustakaan, institusi pendidikan, dan masyarakat sekitar jika kiranya mereka mau nyumbang buku kepada kami. Di Melbourne, kami juga bekerja sama dengan sekolah-sekolah, institusi dan organisasi pendidikan seperti LOTE (Language other than English) di dinas pendidikan Australia, dan juga masyarakat untuk memberikan buku secara cuma-cuma. Buku-buku tersebut ada yang diantar langsung ke tempat pengumpulan, La Trobe University, ada juga yang kami ambil ke sekolah atau ke rumah.
  • Kedua kami melakukan penyortiran buku. Sortir ini bertujuan untuk pembedaan tingkat kesulitan buku mengingat latar belakang pendidikan dari penerima buku yang berbeda-beda. Rentang latar belakang pendidikan calon penerima kami sangatlah tinggi. 2 tahun lalu kami mengirimkan buku-buku cerita bergambar untuk SD Islam A Ba Ta yang berada di Jakarta Pusat dan satu tahun setelahnya kami mengirimkan novel-novel ke Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Yang kami lakukan selama 2 tahun terakhir adalah kami membedakan buku ke dalam 3 klasifikasi. Mudah, sedang, dan susah yang direpresentasikan oleh warna hijau, kuning dan merah secara berurutan. Sedangkan warna biru ditujukan kepada buku-buku umum seperti ensiklopedia, atlas, kamis dan beberapa macam buku lainnya. Diharapkan dengan adanya penyortiran tingkat kesulitan buku, kami akan lebih mudah untuk memprediksi calon penerima yang berhasil.
  • Ketiga kami melakukan pengepakan buku. Sebelum pengepakan buku tentunya kami menyiapkan peralatan-peralatan kecil yang kiranya dibutuhkan seperti alat tulis, lakban, gunting, dan beberapa alat lainnya. Kami juga mencari kardus bekas layak pakai yang bisa diambil di tempat pembuangan di kampus-kampus, toko-toko dan tempat-tempat lainnya. Kami mengepak buku yang sudah disortir tingkat kesulitannya ke dalam kardus-kardus kecil. Setiap kardus kami lampirkan beratnya agar memudahkan kami dalam pembagian jatah bagi calon penerima. Berat setiap kardus berkisar kira-kira dari 5 kg – 17 kg.
  • Keempat kami mengirimkan buku-buku tersebut ke Indonesia di satu titik, di Bekasi, yang nantinya akan distribusikan ke daerah-daerah tujuan. Ini bermaksud memudahkan pendistribusian mengingat sejak tahun kedua, sumber pengiriman buku tidak hanya di Brisbane lagi tapi juga sudah di Melbourne. Selain karna hal tersebut, cara pengiriman ke satu titik di Indonesia dan kemudian baru didistribusikan ke daerah-daerah tujuan terbukti lebih menghemat biaya ketimbang langsung mendistribusikan dari Australia. Sesampainya di Tanah Air, kami melakukan penempatan terhadap buku-buku tersebut, kardus mana di kirim ke mana atas beberapa pertimbangan termasuk tingkat kesulitan buku-buku dan kondisi penerima.
  • Terakhir, kami mengirmkan buku kepada calon penerima yang sukses. Cara pengiriman kebanyakan menggunakan jasa pengirim barang seperti Dakota Cargo. Ini biasanya ditujukan ke daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau oleh kami. Khusus untuk daerah yang masih terjangkau, seperti dareah Jakarta dan sekitarnya, kami mengirimkan buku-buku tersebut. Contohnya seperti di SDI A Ba Ta tahun 2008 dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2009. Kami juga menitipkan beberapa dus buku pada Sampoerna Foundation yang berlokasi di Jakarta agar mengirimkan ke Nangroe Aceh Darussalam.
  • Selama proses itu, kami juga melakukan penilaian kelayakan buat para calon penerima buku. Sebelumnya, para calon penerima mendaftar dengan cara mengirimkan 1 paragraf tentang keadaan sekolah, taman baca, perpustakaan, organisasi dan institusi pendidikan mereka ditambah 1 paragraf lagi tentang mengapa mereka layak mendapatkan buku-buku tersebut. Ini dikarenakan kami mepunyai keterbatasan jumlah buku sehingga kami harus menentukan skala prioritas terhadap penerima. Setelah masa pendaftaran, proses penyeleksian calon penerima dilanjutkan melalui email. Kami juga mewajibkan kepada seluruh penerima buku untuk mengirimkan laporan tentang buku yang sampai di tempat mereka termasuk untuk apa buku tersebut digunakan.
  • Kami sepenuhnya menjalankan program sosial ini dengan sumbangan. Kami bekerja sama dengan institusi pendidikan di sekitar kami seperti University of Queensland dan La Trobe University, organisasi Indonesia-Australia seperti Perhimpunan Pelajar Indonesia Austrlia Pusat, dan UQ Indonesian Student Association, beberapa perusahaan pengiriman barang termasuk Dakota Cargo, Konsulat Jendral Republik Indonesia, dan yang pasti masyarakat. Tak terkecuali pelajar.